Back to Daily Research

Trading Idea

Selamat pagi,

Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berakhir mixed  dipicu penurunan saham keuangan dan saham energi, namun saham teknologi menguat mengimbangi penurunan di Wall Street. Selain itu, dirilisnya data PPI AS yang tidak bertumbuh dibandingkan estimasi yang diperkirakan tumbuh 0.2% MoM turut menjadi sentiment penurunan Indeks. Dow Jones -0.29%, Nasdaq  +0.04%, dan S&P 500 -0.14%

Bursa Eropa melemah di awal perdagangan dan berakhir mixed dikarenkan para investor mencermati perkembangan perseteruan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta ketegangan geopolitik mengenai sanksi baru AS terhadap Rusia atas dugaan keterlibatan Kremlin dalam perburuan mantan mata-mata Rusia. FTSE 100 -0.45%, Stoxx600 +0.09%, CAC 40 +0.01% dan Dax +0.34%.

Harga minyak mentah dunia ditutup melanjutkan pelemahan seiring meningkatnya ketegangan perdagangan antara China-Amerika Serikat (AS). Hal tersebut membuat Investor khawatir terhadap perlambatan di dua ekonomi terbesar dunia tersebut akan memangkas permintaan untuk komoditas. Sebelumnya, harga minyak turun tajam lebih dari tiga persen setelah dirilisnya data impor China menunjukkan permintaan energi melambat di bulan Juli menjadi 8.48 juta bpd dibandingkan bulan sebelumnya yakni sebesar 8.6 juta bpd.

 

IHSG bergerak mixed pada perdagangan kemarin dan ditutup melemah ditekan terutama melemahnya sektor agri, pertambangan, dan industry dasar. Asing mencatatkan net sell sebesar Rp 60 miliar dengan saham BBNI dan TLKM menjadi net top seller, sedangkan saham BBCA dan UNTR menjadi net top buyer. Secara teknikal, Indeks membentuk bearish harami candlestick pattern mengindikasikan potensi bearish reversal. Indikator stochastic berada di area overbought, RSI dan MFI bergerak flat. Sehingga diperkirakan Indeks pada hari ini bergerak melemah dengan range pergerakan 6005-6122. Saham yang diperhatikan adalah MIKA (buy), UNTR (buy), WOOD (TB), INDF (TB), LTLS (buy), dan ROTI (Buy).

Profindo Trading Idea 180810

Selengkapnya www.profindo.com

DISCLAIMER ON